Tim Kami

  • Robby Irfany Maqoma

    Training Manager

    Formerly a journalist at Tempo and now working as an Environment Issues Editor at The Conversation Indonesia. Robby has experience in covering public policy, business, mining, energy, and environmental issues.

  • Wan Ulfa Nur Zuhra

    Executive Director

    Wan Ulfa worked at Tirto.id as a journalist in the indepth team and as a partnership manager for collaborative reports. She was also a reporter at Bisnis Indonesia. In 2018, she completed her postgraduate studies in Data Journalism at Birmingham City University, UK. She won the Midlands Media Student Awards 2019 for her investigative report on essay mills in the UK. Currently, in addition to managing IDJN, Wan Ulfa teaches Data Journalism courses at Yayasan Pantau and works as a Senior Sub Editor at Glance.

  • Mawa Kresna

    Direktur Eksekutif

    Belajar menulis di LPM Ekspresi sejak 2006. Mendirikan beritajogja.id tahun 2012 lalu berkarir sebagai jurnalis freelance di merdeka.com dan rappler.com sampai 2016. Peraih penghargaan karya jurnalistik terbaik isu Kerja Layak bagi Pekerja Rumah Tangga dan Penghapusan PRT Anak tahun 2016 dari ILO (International Labour Organization) dan AJI (Aliansi Jurnalis Independen) Jakarta dan penghargaan Agraria Reform Media Award 2018 dari Konsorsium Pembaruan Agraria. Menekuni isu agraria, keberagaman dan HAM. Pernah bekerja di Tirto.id. Saat ini menjadi editor di Project Multatuli.

  • Ellyne Hutajulu

    Direktur Operasional

    Ellyne menyelesaikan gelar sarjana di bidang ekonomi di Universitas Advent Indonesia. Dia bekerja sebagai Koordinator Keuangan dan Administrasi di Yayasan Plan International Indonesia pada Program Pengelolaan Risiko Bencana sebelum bergabung dengan IDJN.

  • Nenden S. Arum

    Community Manager

    She worked as a journalist from 2012 to 2016. She began her career as a reporter at a local daily newspaper in Solo (Solopos), then moved to an economic and business newspaper (Bisnis Indonesia). During that time, she covered issues related to the stock market, trade, tourism, and entrepreneurship. She continued her career as a researcher and data analyst at Katadata.co.id (2018-2019). Currently, she actively advocates for digital rights and addresses online gender-based violence (OGBV) in Indonesia with the Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFEnet), while also working as a freelance analyst for several research and data companies.

  • Guster Sihombing

    Direktur Bisnis dan Pengembangan

    Guster berpengalaman sebagai praktisi komunikasi dan pengembangan bisnis. Ia pernah bekerja di TEMPO Institute dan Plan International. Dia memimpin pengembangan bisnis IDJN untuk membawa jurnalisme data ke audiens yang lebih luas.

  • Irma Garnesia

    Direktur Riset

    Irma Garnesia adalah seorang peneliti, pemeriksa fakta, dan pelatih jurnalisme data yang telah membantu jurnalis lokal dan nasional di Indonesia mengembangkan model pelaporan berbasis data di ruang redaksi mereka. Sebagai peneliti di ruang redaksi, Irma terbiasa memproduksi laporan berbasis data tentang berbagai topik dan melakukan penelitian populer. Baru-baru ini, ia lulus dari program master dalam Ilmu Media dan Komunikasi di Technische Universität Ilmenau, Jerman.

    Keahlian:

    • Melakukan dan menganalisis survei
    • Penelitian kualitatif dan kuantitatif
    • Analisis data dengan Spreadsheet dan R
    • Visualisasi data dengan Flourish, Timelinejs, Pemetaan sederhana dengan Google Maps, dan OSINT untuk pemeriksaan fakta
  • Debora Blandina

    Direktur Program

    Belajar Jurnalisme di Pers Mahasiswa Suara USU. Menyukai isu seputar pemilu dan pernah menjadi reporter di Rumahpemilu.org. Pernah menjadi jurnalis di Jaringan Indonesia untuk Jurnalisme Investigasi (Jaring.id) pada 2016 sampai 2021. Selain di IDJN, Debora juga aktif menjadi jurnalis lepas.

  • Moyang Kasih Dewimerdeka

    Training Director

    Alumnus of the Study in the United States Institute program at Temple University, Philadelphia. Starting her journalism career at Tempo in 2014, she focused on topics of history, art, and cinema until becoming Arts Editor in 2021. She received a Chevening Scholarship for postgraduate studies in MA Social History of Art at the University of Leeds, UK. She serves as a mentor at Tempo Institute for writing and journalism classes. Additionally, she teaches film criticism classes and acts as a judge in film review competitions held by the Ministry of Education and Culture.

  • Louis Lugas

    Direktur Komunikasi & Kolaborasi

    Louis Lugas adalah seorang developer web cum desainer grafis yang telah mengerjakan berbagai infografik dan jurnalisme visual yang interaktif maupun non-interaktif. Lugas telah membuat berbagai infografik, artikel interaktif, news game, dan web game untuk berbagai media dan NGO di Indonesia maupun internasional. Ruang lingkup pekerjaannya sangat bervariatif dari riset, scraping data, pemetaan, pemrograman, hingga penulisan. Ia pernah bekerja untuk Tirto.id dan saat ini bekerja di Deduktif.

    Keahlian:

    • Scraping & analisis data dengan Python
    • Pengolahan GIS/pemetaan dengan QGIS
    • Pemrograman visual interaktif dan web game dengan JavaScript
    • Desain infografis menggunakan Adobe Photoshop & Illustrator